CHAIRUL TANJUNG
Chairul Tanjung adalah seorang pengusaha sukses yang mendirikan Para Group, salah satu grup usaha terkemuka di Indonesia yang berfokus kepada bisnis konsumen. Forbes mendeskripsikan Chairul Tanjung sebagai salah satu rising star Indonesia sekaligus sebagai wajah baru di dunia usaha Indonesia. Di tahun 2009 Chairul Tanjung menerima penghargaan "Entrepreneur of the Year" dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia.
Pada bulan Juni 2010, beliau ditunjuk oleh Presiden Indonesia untuk menjadi Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) sesuai dengan Peraturan Presiden RI No. 31 tahun 2010. KEN berada di bawah dan bertangung jawab langsung kepada Presiden RI dan didirikan dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan perekonomian nasional Indonesia yang inklusif, seimbang, dan berkesinambungan. Tugas utama KEN adalah untuk mengkaji permasalahan perekonomian nasional, perkembangan ekonomi regional dan global, serta menyampaikan rekomendasi strategis kepada Presiden.
Chairul Tanjung adalah pendiri dan sekaligus Chairman Para Group yang memiliki fokus usaha pada 3 sektor industri, yaitu:
(1) Jasa Keuangan;
(2) Media, Ritel, Lifestyle, dan Entertainment;
(3) Sumber Daya Alam.
Anak usaha Para Group diantaranya adalah Bank Mega, salah satu bank swasta terkemuka yang mayoritas sahamnya masih dimiliki oleh pemegang saham Indonesia; Bank Mega Syariah, salah satu pemain utama di sektor perbankan syariah. Anak usaha Para Group lainnya yang bergerak di sektor jasa keuangan antara lain: Mega Finance (multifinance), Mega Life (perusahaan asuransi terbaik tahun 2007-2009 versi Majalah Investor), Asuransi Umum Mega, dan Mega Capital.
Di bawah kepemimpinan Chairul Tanjung, Para Group telah menjadi pemain utama di industri Media, Ritel, Lifestyle dan Entertainment. Di industri Media, Para Group mendirikan Trans TV pada tahun 2001 dan berhasil mengembangkan Trans TV menjadi pemimpin dalam berinovasi dan berkarya di industri pertelevisian Indonesia. Pada tahun 2006, Para Group mengakuisisi Trans7, salah satu stasiun televisi nasional lainnya, dan dalam waktu singkat berhasil merestrukturisasi Trans7 menjadi stasiun televisi yang menguntungkan.
Di industri lifestyle, Para Group memiliki franchise eksklusif untuk 22 merek internasional papan atas yang beroperasi di hampir 100 butik di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan). Selain itu, Para Group juga memiliki Coffee Bean, Baskin Robbins, biro travel terkemuka Antatour dan Vayatour, dan Metro Department Store.
Di industri retail, Para Group telah mengakuisisi 40% saham PT. Carrefour Indonesia pada bulan April 2010 dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar perusahaan ritel terkemuka di Indonesia tersebut. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan peluang sinergi bisnis Para Group yang besar. Transaksi akuisisi ini telah mengubah tren dimana untuk pertama kalinya perusahaan Indonesia mengakuisisi perusahaan asing, bukan sebaliknya.
Anak usaha Para Group di sektor entertainment diantaranya Bandung Supermal dan Trans Studio Makassar, sebuah taman hiburan indoor bertema yang mulai beroperasi pada bulan September 2009. Trans Studio Makassar merupakan tujuan hiburan keluarga kelas dunia yang menggabungkan hiburan dan tempat belanja. Saat ini, pembangunan Trans Studio yang kedua sedang berlangsung di Bandung. Trans Entertainment juga mengeksplorasi peluang lain untuk mengembangkan tempat-tempat tujuan serupa di wilayah-wilayah lain di Indonesia.
Kedepannya, Chairul Tanjung memiliki visi agar Para Group juga berekspansi di sektor sumber daya alam. Berkaitan dengan hal tersebut Para Group telah berinvestasi untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.
Lahir pada tahun 1962, Chairul Tanjung memperoleh gelar sarjana kedokteran gigi dari Universitas Indonesia dan gelar pasca sarjana dari Institut Pendidikan & Pengembangan Manajemen.
Perannya di luar Para Group antara lain menjadi Ketua Yayasan Indonesia Forum (YIF), Ketua Yayasan Ginjal Indonesia (YAGINA). Wakil Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI), pendiri Komite Kemanusiaan Indonesa, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga, dan Tokoh Ekonomi Syariah yang ditetapkan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Pada bulan Juni 2010, beliau ditunjuk oleh Presiden Indonesia untuk menjadi Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) sesuai dengan Peraturan Presiden RI No. 31 tahun 2010. KEN berada di bawah dan bertangung jawab langsung kepada Presiden RI dan didirikan dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan perekonomian nasional Indonesia yang inklusif, seimbang, dan berkesinambungan. Tugas utama KEN adalah untuk mengkaji permasalahan perekonomian nasional, perkembangan ekonomi regional dan global, serta menyampaikan rekomendasi strategis kepada Presiden.
Chairul Tanjung adalah pendiri dan sekaligus Chairman Para Group yang memiliki fokus usaha pada 3 sektor industri, yaitu:
(1) Jasa Keuangan;
(2) Media, Ritel, Lifestyle, dan Entertainment;
(3) Sumber Daya Alam.
Anak usaha Para Group diantaranya adalah Bank Mega, salah satu bank swasta terkemuka yang mayoritas sahamnya masih dimiliki oleh pemegang saham Indonesia; Bank Mega Syariah, salah satu pemain utama di sektor perbankan syariah. Anak usaha Para Group lainnya yang bergerak di sektor jasa keuangan antara lain: Mega Finance (multifinance), Mega Life (perusahaan asuransi terbaik tahun 2007-2009 versi Majalah Investor), Asuransi Umum Mega, dan Mega Capital.
Di bawah kepemimpinan Chairul Tanjung, Para Group telah menjadi pemain utama di industri Media, Ritel, Lifestyle dan Entertainment. Di industri Media, Para Group mendirikan Trans TV pada tahun 2001 dan berhasil mengembangkan Trans TV menjadi pemimpin dalam berinovasi dan berkarya di industri pertelevisian Indonesia. Pada tahun 2006, Para Group mengakuisisi Trans7, salah satu stasiun televisi nasional lainnya, dan dalam waktu singkat berhasil merestrukturisasi Trans7 menjadi stasiun televisi yang menguntungkan.
Di industri lifestyle, Para Group memiliki franchise eksklusif untuk 22 merek internasional papan atas yang beroperasi di hampir 100 butik di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan). Selain itu, Para Group juga memiliki Coffee Bean, Baskin Robbins, biro travel terkemuka Antatour dan Vayatour, dan Metro Department Store.
Di industri retail, Para Group telah mengakuisisi 40% saham PT. Carrefour Indonesia pada bulan April 2010 dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar perusahaan ritel terkemuka di Indonesia tersebut. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan peluang sinergi bisnis Para Group yang besar. Transaksi akuisisi ini telah mengubah tren dimana untuk pertama kalinya perusahaan Indonesia mengakuisisi perusahaan asing, bukan sebaliknya.
Anak usaha Para Group di sektor entertainment diantaranya Bandung Supermal dan Trans Studio Makassar, sebuah taman hiburan indoor bertema yang mulai beroperasi pada bulan September 2009. Trans Studio Makassar merupakan tujuan hiburan keluarga kelas dunia yang menggabungkan hiburan dan tempat belanja. Saat ini, pembangunan Trans Studio yang kedua sedang berlangsung di Bandung. Trans Entertainment juga mengeksplorasi peluang lain untuk mengembangkan tempat-tempat tujuan serupa di wilayah-wilayah lain di Indonesia.
Kedepannya, Chairul Tanjung memiliki visi agar Para Group juga berekspansi di sektor sumber daya alam. Berkaitan dengan hal tersebut Para Group telah berinvestasi untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.
Lahir pada tahun 1962, Chairul Tanjung memperoleh gelar sarjana kedokteran gigi dari Universitas Indonesia dan gelar pasca sarjana dari Institut Pendidikan & Pengembangan Manajemen.
Perannya di luar Para Group antara lain menjadi Ketua Yayasan Indonesia Forum (YIF), Ketua Yayasan Ginjal Indonesia (YAGINA). Wakil Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI), pendiri Komite Kemanusiaan Indonesa, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga, dan Tokoh Ekonomi Syariah yang ditetapkan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
ACHJADI RANUWISASTRA
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Kebumen pada tahun 1944. Menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi jurusan Perusahaan, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1968 dan mengikuti berbagai seminar di bidang perbankan di dalam maupun di luar negeri. Mengawali karir dengan bergabung di Bank Ekspor Impor Indonesia/ Bank Exim pada tahun 1969 sebagai pegawai pimpinan dan menjabat kepala cabang di beberapa daerah di Indonesia dan terakhir menjabat sebagai Direktur sejak tahun 1992 sampai tahun 1997. tahun 1997-1998 beliau menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama-Bank Danamon Indonesia. tahun 1997-1998 beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Mega dan pada tahun 1998-2004 menjabat sebagai Direktur utama Bank Mega. Beliau menjabat kembali sebagai Komisaris Bank Mega sejak tahun 2004 sampai sekarang.
RACHMAT MAULANA
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1950. Menyelesaikan pendidikan terakhir Magister Manajemen dalam bidang Keuangan dan Perbankan pada tahun 1996 di Universitas Airlangga Surabaya. tahun 1973 memulai karir sebagai bankir di Citibank sampai dengan tahun 1980. tahun 1980 - 1985 bergabung dengan PT. Finconesia sebagai Sub Manager Corporate Finance. tahun 1985 beliau bergabung dengan Bank Pacific sebagai Pemimpin Cabang, sampai dengan tahun 1989. Dari tahun 1989 - 1996 bergabung dengan Bank international Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Pemimpin Wilayah Jawa Timur dan Indonesia timur. tahun 1996-1997 beliau menjabat sebagai Direktur Fuji Bank International Indonesia dan tahun 1997 menjabat sebagai Direktur Ritel dan Komersial Bank nasional. Pada tahun 1997-2005 beliau menjabat sebagai Direktur Kredit Bank Mega dan sejak tahun 2005 sampai saat ini menjabat sebagai Komisaris Bank Mega.
=================================================================
Dewan Direksi Bank Mega
JOHANES BAMBANG KENDARTO
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1955, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1979. Beliau aktif mengikuti berbagai pelatihan di bidang perbankan di luar negeri. Memulai karir perbankan di Bank Ekspor Impor Indonesia/ Bank Exim pada tahun 1979 sebagai trainee calon pegawai pimpinan, beliau telah memegang berbagai jabatan di Kantor Pusat dan sebagai pemimpin cabang dalam dan luar negeri, dan terakhir menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking Bank Exim dari tahun 1998 - 1999. Dari tahun 1999-2003 menjabat sebagai Executive Vice President Treasury & Global Market dan Executive Vice President Group Financial Institution and Overseas Network, PT. Bank Mandiri Tbk. Dari tahun 2003 - 2006 menjabat sebagai Direktur Treasury & International PT. Bank Mandiri Tbk. Bergabung dengan Bank Mega pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking. Pada April 2010 menjabat Direktur Utama.
SUWARTINI
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Prabumulih pada tahun 1953. Menyelesaikan Master of Bussiness Administration di Century University, New Mexico. Memulai karir pada tahun 1978 sebagai Senior Personel Administration and Finance Officer, pada United Nation High Commmissioner Refugees/ UNHCR sampai dengan tahun 1992. Memulai karir dalam bidang perbankan di Bank Bepede Indonesia pada tahun 1992 sampai dengan tahun 1995 menjabat sebagai Asisten Direksi. Pada tahun 1995-1998 beliau menjabat Senior Vice President-Pemimpin Divisi SDM dan Umum di PT Hastin Internasional Bank. Pada tahun 1998 mulai bergabung dengan Bank Mega dan menjabat sebagai Senior Vice President-Pemimpin Divisi SDM, Umum dan Corporate Secretary sampai dengan tahun 2000. Tahun 2000 - 2006 beliau menjabat sebagai Direktur Kepatuhan & Umum. Dan sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai Direktur Risk, Compliance & HR.
KOSTAMAN THAYIB
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Palembang pada tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan terakhir dalam bidang Management & Business Administration di Portland State University, Oregon, Amerika Serikat, pada tahun 1991, beliau memperoleh gelar Master of Science di Universitas yang sama pada tahun 1991. Memulai karir pada tahun 1987 sebagai Manager Operasional di PT Program Pendidikan Teknologi Komputer selanjutnya bekerja sebagai engineer di berbagai perusahaan software di Indonesia. Karir beliau dalam bidang perbankan diawali di Bank Central Asia pada tahun 1992 dengan jabatan terakhir sebagai Deputy Division Head Consumer Banking pada tahun 2002. Pada tahun 2002 menjabat sebagai SVP dan Group Head Consumer Liabilities and Electronic Banking di Bank Mandiri sampai dengan tahun 2003. Pada tahun 2003, beliau juga menjabat sebagai President Commisioner PT. AXA Mandiri Financial Services - Indonesia. Bergabung di Bank Mega sejak tahun 2004 sebagai Direktur Retail Banking.
DANIEL BUDIRAHAJU
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1952 memperoleh gelar Bachelor of Business Administration di Technical College of Cologne, Germany, pada tahun 1982. Memulai karirnya pada tahun 1982 sebagai Management Trainee di European Asian Bank, Hamburg, sampai dengan tahun 1984. Pada tahun 1984 beliau bekerja di Deutsche Bank, Jakarta dengan jabatan terakhir sebagai Head of Credit Administration sampai dengan tahun 1989. Tahun 1989 beliau bekerja di Bank Central Asia dengan jabatan terakhir sebagai Head of Corporate Banking sampai dengan tahun 2003. Dari tahun 2003 - 2005 beliau sebagai Konsultan Independen di Toronto, Kanada dan mulai tahun 2005 sampai dengan sekarang bergabung dengan Bank Mega menduduki jabatan Direktur Kredit.
JOSEPH G GODONG
Warga negara Indonesia. Lahir di Jakarta tahun 1961. Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Trisakti. Mengawali karir di perbankan pada tahun 1987 sebagai Credit Analyst- Commercial Banking, Bank Bali. Tahun 1990 menjabat sebagai Branch Manager-Retail Banking Department, dan tahun 1994 menjabat sebagai Vice President & System Operation Group Head, serta di tahun 1998 menjabat sebagai Executive Director � Individual Finance Services, Bank Bali. Menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi & Operasional Bank Permata di tahun 2006. Dan tahun 2009 menjabat sebagai Direktur Kepatuhan, Bank Permata hingga tahun 2010. Pada April 2010 bergabung di Bank Mega, dan menjabat sebagai Direktur IT & Operation Services, hingga sekarang.
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1952 memperoleh gelar Bachelor of Business Administration di Technical College of Cologne, Germany, pada tahun 1982. Memulai karirnya pada tahun 1982 sebagai Management Trainee di European Asian Bank, Hamburg, sampai dengan tahun 1984. Pada tahun 1984 beliau bekerja di Deutsche Bank, Jakarta dengan jabatan terakhir sebagai Head of Credit Administration sampai dengan tahun 1989. Tahun 1989 beliau bekerja di Bank Central Asia dengan jabatan terakhir sebagai Head of Corporate Banking sampai dengan tahun 2003. Dari tahun 2003 - 2005 beliau sebagai Konsultan Independen di Toronto, Kanada dan mulai tahun 2005 sampai dengan sekarang bergabung dengan Bank Mega menduduki jabatan Direktur Kredit.
JOSEPH G GODONG
Warga negara Indonesia. Lahir di Jakarta tahun 1961. Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Trisakti. Mengawali karir di perbankan pada tahun 1987 sebagai Credit Analyst- Commercial Banking, Bank Bali. Tahun 1990 menjabat sebagai Branch Manager-Retail Banking Department, dan tahun 1994 menjabat sebagai Vice President & System Operation Group Head, serta di tahun 1998 menjabat sebagai Executive Director � Individual Finance Services, Bank Bali. Menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi & Operasional Bank Permata di tahun 2006. Dan tahun 2009 menjabat sebagai Direktur Kepatuhan, Bank Permata hingga tahun 2010. Pada April 2010 bergabung di Bank Mega, dan menjabat sebagai Direktur IT & Operation Services, hingga sekarang.
SUGIHARTO
Warga negara Indonesia. Lahir di Solo tahun 1955. Pendidikan Master in Business Administration, University of Texas at Austin, Amerika Serikat. Mengawali karir di perbankan pada tahun 1981 sebagai Head of Credit Analyst, Bank Exim cabang Surabaya. Tahun 1994 menjabat sebagai Head of Money Market and Foreign Exchange, dan tahun 1999 menjabat sebagai Head of Treasury & Capital Market. Pada tahun 2005 menjabat sebagai Vice President, Dept Head, Financial Institution and Overseas Network, Bank Mandiri. Menjabat sebagai Executive Vice President, Head of Treasury Group Bank Mandiri di tahun 2009. Dan hingga tahun 2010 menjabat sebagai Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri 3. Pada April 2010 bergabung di Bank Mega, dan menjabat sebagai Direktur Treasury & Internasional Banking, hingga sekarang.
LEKHI MUKTI
Warga negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1966, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Trisakti pada tahun 1990. Memulai karirnya di perbankan pada tahun 1991 di Standard Chartered Bank sampai dengan 1993, yang kemudian dilanjutkan dengan menjabat berbagai posisi di kantor pusat Bank Central Asia sampai dengan tahun 1999. Tahun 1999 bekerja di ABN AMRO Bank selama 6 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Head of Personal Loan and LOC. Selama masa karirnya aktif mengikuti pelatihan dan memegang beberapa jabatan di luar negeri. Pada tahun 2005 mulai bergabung dengan Bank Mega dan menjabat sebagai Pemimpin Divisi Branch Banking, pada tahun 2007 menjabat sebagai General Manager Network Management dan kemudian pada tahun 2009 menjabat sebagai Direktur Branch Network and General Services.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar